Bagaimanakah Rasulullah Shallallâhu `alaihi wasallam membagi waktu harian dan pekanan antara ibadah, pekerjaan, tidur, makan, dan seluruh aktivitas beliau?
Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.
Rasulullah
tidak menghabiskan hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun hidup beliau dalam satu ritme yang tidak berubah-ubah. Tetapi beliau terkadang bermukim dan terkadang melakukan safar; terkadang berdamai dan terkadang berperang; juga ada peristiwa-peristiwa pada suatu hari yang tidak terjadi di hari lain; ada peristiwa-peristiwa di suatu bulan yang tidak ada pada bulan yang lain, demikian seterusnya.
Yang dapat kami gambarkan secara umum tentang kondisi beliau
adalah bahwa beliau senantiasa shalat Subuh mengimami para shahabat beliau, lalu duduk berzikir bersama mereka. Jika salah seorang dari mereka melihat sebuah mimpi, ia menceritakannya kepada Rasulullah
, lalu beliau menakwilkan mimpi itu untuknya. Jika matahari telah terbit, mereka mengerjakan shalat sunnah dua rakaat, kemudian masing-masing pergi mengurus pekerjaannya dan hal-hal yang menjadi keperluannya di hari itu.
Demikian pula yang dilakukan oleh Rasulullah
. Ada kalanya beliau pergi ke pasar, lalu menyampaikan perintah dan larangan kepada orang-orang di sana. Beliau juga biasa melakukan tidur qailulah, yaitu tidur (sebentar) di tengah siang, sebelum atau sesudah tergelincir matahari. Setelah keluar dari shalat Ashar, beliau mendatangi istri-istri beliau dan mendekat kepada salah seorang dari mereka. Beliau juga senantiasa membantu pekerjaan istri-istri beliau, sebagaimana dikabarkan oleh `Aisyah dalam sebuah hadits. Tapi apabila azan dikumandangkan, beliau bergegas menuju mesjid, seolah-olah tidak lagi mengenal para istri beliau sendiri.
Adapun di malam hari, pada mulanya, beliau mengerjakan shalat malam di awal malam, kemudian di tengahnya, hingga akhirnya beliau selalu melakukan shalat malam di akhir malam. Beliau juga bersabda, "Shalat yang paling disukai oleh Allah adalah shalat Nabi Daud
, puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa nabi Daud
. Ia tidur hingga tengah malam, lalu bangun (mengerjakan shalat) di sepertiganya, dan tidur kembali di seperenamnya. Dan ia berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari." [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
Pada malam-malam bulan Ramadhan, beliau bersungguh-sungguh (dalam beribadah), lebih daripada bulan-bulan yang lain, dan beliau tidak tidur sepanjang malam (untuk beribadah) pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhân.
Intinya, setiap muslim harus mengatur waktunya untuk beribadah, bekerja, dan beristirahat; serta membagi waktu untuk istrinya, waktu untuk anak-anaknya, dan sebagainya, sesuai dengan kebutuhan dirinya, sehingga ia dapat memenuhi hak pribadinya, serta memberikan setiap hak orang lain yang ada pada dirinya.
Wallahu a`lam.
Cari FatwaAnda dapat mencari fatwa melalui banyak pilihan
Today's most read