Bantahan terhadap Syubhat seputar Pembukuan Hadits

9-6-2026 | IslamWeb

Pertanyaan:

Bagaimana memahami klaim orang yang mengatakan bahwa sejarah Islam dan sunnah Rasulullah Shallallâhu `alaihi wasallam sudah dipalsukan atau ada beberapa fakta yang disembunyikan, sementara sejarah yang ditulis oleh kaum Syiah memiliki nilai kebenaran yang lebih tinggi daripada yang ditulis oleh Ahlus Sunnah? Mereka mengatakan bahwa mereka bukan orang Syiah, bahkan mereka mengatakan bahwa mereka membenci Syiah. Untuk diketahui, mereka tidak menjadikan Shahîh Al-Bukhari dan Tafsir Ibnu Katsir sebagai rujukan, dengan alasan bahwa seluruh perawi hadits dalam kitab hadits yang enam bukan orang-orang Arab. Mereka seakan ingin menuduh para perawi tersebut berkhianat dan tidak memiliki kapabilitas. Mohon bantu saya menjawab semua ini. Hormat saya, saudara Anda seiman.

Jawaban:

Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.

Sesungguhnya hadits Nabi yang mulia mendapatkan perhatian yang sangat besar dari para ulama, karena ia merupakan sumber hukum Islam yang kedua. Para shahabat  may  Allaah  be  pleased  with  her menghafalnya sebagaimana mereka menghafal Al-Quranul Karim. Dada mereka menjadi wadah untuk menyimpan hadits-hadits tersebut sampai kemudian diambil (diwarisi) oleh generasi tabi`in setelah mereka. Demikian seterusnya sampai hadits-hadits itu ditulis dengan sanad-sanadnya dalam buku-buku para ulama yang membukukan hadits.

Para ulama memiliki peran yang sangat besar dalam mengetahui mana hadits yang kuat dan mana yang lemah, dan antara hadits yang shahih dengan yang memiliki cacat. Sebagai hasil dari jerih payah mereka, lahirlah buku-buku hadits yang bersih dari hadits-hadits dha`if, seperti Shahih Al-Bukhari dan Muslim. Juga terdapat buku-buku lain yang menghimpun hadits shahih, hasan, dan dha`if, seperti kitab hadits yang enam dan kitab Shahih Ibni Khuzaimah dan Shahih Ibni Hibbân.

Semua buku-buku ini mendapatkan penerimaan dan perhatian dari umat Islam. Para ulama hadits membaca seluruh hadits yang ada di dalamnya lalu mereka jelaskan derajatnya, setelah melakukan penelitian yang berkesinambungan dan usaha keras sehingga mereka mengetahui kondisi dan keadaan perawi, tanggal wafatnya, dan sebagainya. Dari situ, lahirlah sebuah ilmu yang belum pernah ada sebelum Islam, yaitu ilmu Jarh wat Ta`dil (kritik rawi).

Suatu hal yang pasti adalah bahwa orang yang berusaha menanamkan keraguan terhadap kebenaran buku-buku ini atau kejujuran penulisnya, sesungguhnya bertujuan ingin menghancurkan Agama ini dan mencela ulama-ulamanya yang diakui sepanjang sejarah sebagai orang-orang yang `adil dan istiqamah. Di samping itu, orang seperti ini sebenarnya bertujuan menuduh Umat ini sebagai umat yang bodoh dan idiot karena menerima para ulama tersebut tanpa mengenal kondisi mereka.

Inilah jawaban terkait hadits dan perawinya. Sedangkan terkait dengan buku sirah dan sejarah, adalah benar bahwa tidak mungkin bagi siapa pun memastikan kebenaran semua riwayat. Di dalamnya pasti terdapat riwayat yang shahih dan juga dha`if. Namun terdapat buku-buku sejarah yang para pengarangnya begitu teliti, hati-hati, dan menyaring setiap riwayat, sehingga membuat mereka diakui oleh orang-orang yang berpikir objektif. Pengakuan itu dikarenakan beberapa hal: Pertama kedudukan mereka yang tinggi dalam bidang ilmu pengetahuan. Kedua, karena pengalaman mereka yang luar biasa dalam bidang ini. Yang paling menonjol di antara ulama sejarah itu adalah Imam Ath-Thabari dan Ibnu Katsir  may  Allaah  be  pleased  with  her.

Wallahu a`lam.

www.islamweb.net