Keunggulan Kitab Shahîh Al-Bukhâri dan Muslim dari Kitab-kitab Hadits Lainnya

17-4-2019 | IslamWeb

Pertanyaan:

Apa perbedaan antara kitab Shahîh Al-Bukhâri dan Muslim dari satu sisi, dan kitab-kitab hadits lainnya dari sisi yang lain dalam hal syarat-syarat yang harus dipenuhi agar sebuah hadits dihukumi shahîh?

Jawaban:

Segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan shahabat beliau.

Ulama hadits sepakat bahwa sebuah hadits tidak dihukumi shahîh kecuali setelah memenuhi syarat-syarat berikut:

1.    Sanadnya bersambung.

2.    Perawinya memenuhi kreteria`âdalah (bagus perilaku dan agamanya).

3.    Perawinya memenuhi kreteria dhabth (bagus hafalannya).

4.    Terhindar dari syadz (menyalahi riwayat yang lebih kuat).

5.    Terhindar dari `ilah (penyebab lemahnya hadits).

Adapun Perbedaan pandangan yang terjadi di antara mereka, hal iyu teerletak pada penerapan syarat-syarat ini terhadap sutu hadits tertentu, bukan pada syarat-syarat ini.

Lalu mengenai keunggulan kitab Shahîh Al-Bukhâri dan Muslim dari yang lainnya, hal itu disebabkan karena keduanya mensyaratkan untuk tidak memasukkan hadits kecuali yang memiliki derajat shahîh paling tinggi, dan para perawinya dikenal memiliki kualitas hafalan yang sangat kuat. Sedangkan selain keduanya tidak mensyaratkan hal tersebut. Di antara mereka ada yang mensyaratkan hadits shahîh tanpa mensyaratkan hadits yang paling tinggi derajat shahîhnya, seperti Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibbân. Dan ada juga yang menggabungkan antara hadits-hadits shahîh dan hadits-hadits hasan, sebagaimana yang dilakukan oleh para penyusun kitab-kitab sunan.

Wallâhu a`lam.

www.islamweb.net