Bagaimana Menjadikan Safar Anda Menyenangkan? (Bag.2)

07/05/2026| IslamWeb

Beberapa Peringatan Untuk Semua Dalam Safar Maupun Mukim

1.  Jangan melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, karena Allah berfirman (yang artinya): “Hai orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya), dan ulil amri di antara kalian...” [QS. An-Nisa': 59]. Pelanggaran tersebut seperti mengemudi dengan kecepatan tinggi, melanggar isyarat lampu, atau aturan-aturan lainnya yang telah ditetapkan untuk menjaga keselamatan individu dan masyarakat. Jangan Anda dilalaikan oleh hal-hal lain saat mengemudi supaya tidak terjadi perkara yang tidak diinginkan.

2.   Janganlah membawa kaset-kaset musik, karena Malaikat tidak akan menyertai orang yang membawanya. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah  may  Allaah  be  pleased  with  them bahwa Rasulullah  may  Allaah  exalt  his  mention bersabda: “Malaikat tidak mau menyertai perjalanan yang di dalamnya terdapat anjing dan jaros.” [HR. Muslim]. Jaros adalah lonceng yang digantungkan di leher binatang yang memiliki suara seperti gendang. Ia termasuk alat musik Syetan. Demikian halnya dengan musik, ia adalah seruling Syetan yang paling besar. Musik hukumnya haram dan tergolong dosa besar. Allah telah mengancam orang yang mendengar musik dengan azab, dalam firman-Nya (yang artinya): “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” [QS. Luqman: 6]. Ibnul Qayyim  may  Allaah  be  pleased  with  them berkata tentang orang yang gemar mendengar musik: “Para penikmat musik yang di dunia tidak diubah bentuknya niscaya akan diubah bentuknya di dalam kubur menjadi monyet atau babi.”

3.    Janganlah memotret makhluk-makhluk yang bernyawa seperti manusia, hewan atau apapun yang memiliki ruh. Diriwayatkan dari `Abdullâh, ia berkata: Aku mendengar Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling keras azabnya pada Hari Kiamat adalah para pelukis.” [HR. Al-BukhAri dan Muslim].

4.   Kaum perempuan tidak boleh bercampur baur dengan kaum laki-laki, sementara ia tidak memakai cadar ataupun memakai model-model pakaian haram yang memerangi kita di negeri kita sendiri. Hendaklah saudari-saudariku kaum perempuan menjaga diri; janganlah mereka berdesak-desakan dengan kaum laki-laki di tanah haram (Mekah dan Madinah) atau di pasar-pasar. Janganlah mereka terlalu sering keluar, janganlah mereka keluar ke kebun-kebun dan tempat-tempat rekreasi yang di dalamnya bercampur antara laki-laki dan perempuan. Karena Islam sangat menjaga kaum perempuan dan memberikan kemuliaan dan kehormatannya di dunia maupun Akhirat jika ia teguh dan bangga berpegang padanya. Mereka adalah mutiara-mutiara yang terjaga dan permata-permata yang terpelihara.

5.    Janganlah berdiam di tempat-tempat yang tidak aman atau berdiri di jalanan sepi. Janganlah tidur di tempat-tempat teduh, di dekat jalan raya, dan tetaplah berhati-hati.

6.    Jangan berikan beban hanya kepada orang tertentu saja, tetapi bagilah tugas dan tolong-menolonglah. Jangan seperti si dungu yang ikut bersafar bersama teman-temannya; saat mereka singgah di suatu tempat teman-temannya menyuruh si dungu: “Bangun, mari kita memasak.” Si dungu menjawab: “Aku tidak berani menyalakan api.” Lalu merekapun menyalakan api dan memasak makanan. Kemudian mereka menyuruh lagi si dungu: “Wahai fulan, bawakan makanan itu kemari dan siapkan untuk kita!” Si dungu menjawab: “Saya sangat capek dan tidak bisa bangun.” Akhirnya mereka melakukannya sendiri dan menyiapkan makanan, lalu berkata: “Ayo bangun, sekarang kita makan bersama!” Si dungu menjawab: “Demi Allah, saya malu terlalu sering menolak”, lalu ia bangun dan ikut makan!

7.   Jangan meninggalkan sisa-sisa sampah dan kotoran setelah pergi dari tempat singgah, karena hal ini bukanlah sikap menjaga kebersihan. Ingatlah pepatah yang mengatakan: “Tinggalkan tempat singgah lebih bagus daripada sebelum menyinggahinya.”

8.    Jangan membuang sisa-sisa makanan di tong sampah, atau di tempat yang Anda ketahui akan memberatkan para petugas kebersihan. Perbuatan ini yang tidak dibolehkan dan termasuk tindakan kufur terhadap nikmat yang Allah berikan kepada kita. Semestinya sisa makanan itu dibuang di tempat dimana hewan-hewan akan memakannya, karena hal ini akan mendatangkan pahala yang besar. Diriwayatkan dari Anas Ibn Malik  may  Allaah  be  pleased  with  them ia berkata: Rasulullah  may  Allaah  exalt  his  mention bersabda, “Tidak seorangpun Muslim yang menanam sebuah pohon atau tanaman lalu burung-burung, manusia atau hewan makan darinya melainkan hal itu menjadi sedekah baginya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]. Menaruh sisa makanan sehingga hewan-hewan makan darinya termasuk ke dalam hal ini: “Karena seorang lelaki memberi minum anjing yang kehausan, lalu Allah berterimakasih kepadanya dan mengampuni-Nya.” [HR. Al-Bukhari]. Maka janganlah Anda menghalangi diri dari pahala, janganlah menggiring diri sendiri sehingga mendapat hukuman, karena orang yang merugi itu adalah orang yang tidak mendapatkan pahala.

Jika Musafir Tiba di Negerinya

1.    Jangan memasuki rumah di malam hari. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Jabir  may  Allaah  be  pleased  with  them ia berkata: “Rasulullah  may  Allaah  exalt  his  mention melarang (setiap Muslim) mengetuk pintu rumah keluarganya di malam hari.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]. Kecuali jika keluarga mengetahui sebelumnya tentang waktu kedatangannya, maka larangan tersebut tidak berlaku. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Jabir  may  Allaah  be  pleased  with  them, Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention bersabda: “Jika engkau tiba di malam hari maka janganlah memasuki rumah keluargamu sampai istri mencukur bulu kemaluannya dan menyisir rambutnya.” [HR. Al-Bukhari].

2.    Jika Anda hampir tiba di kampung atau telah melihatnya maka ucapkan doa: “Kami kembali, kami bertaubat, kami menyembah dan memuji Tuhan kami.” Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Anas  may  Allaah  be  pleased  with  them ia berkata: “...Hingga ketika mereka tiba belakang kota Madinah, Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention mengucapkan doa: “Kami kembali, kami bertaubat, kami menyembah dan memuji Tuhan kami.” Beliau terus mengucapkan doa tersebut hingga memasuki Madinah.” [HR. Al-Bukhari].

3.   Mulailah dengan memasuki masjid apabila telah tiba dan shalatlah dua rakaat. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ka`b Ibn Malik  may  Allaah  be  pleased  with  them dalam kisah ketidakhadirannya dalam perang Tabûk: “Lalu Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention tiba. Dan kebiasaan beliau apabila telah tiba dari suatu safar beliau memulai dengan masjid lalu shalat dua rakaat...” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]. Sunnah ini tergolong sunnah yang hampir ditinggalkan oleh kebanyakan orang saat ini.

4.    Sangat baik bagi seorang musafir disambut oleh keluarganya dan anak-anaknya. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari `Abdullah Ibn Ja`far, ia berkata: “Kebiasaan Rasulullah  may  Allaah  exalt  his  mention apabila tiba dari suatu safar ialah beliau menemui putra-putri beliau.” [HR. Muslim].

5.    Memberi makan saat tiba. Diriwayatkan dari Jabir  may  Allaah  be  pleased  with  them ia berkata: “Ketika Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention tiba di Madinah beliau menyembelih unta atau sapi.” [HR. Abu Dawud dan Ahmad].

6.   Apabila seorang Muslim telah kembali ke keluarga dan negerinya dari safar, hendaklah ia mengingat Akhirat, dimana tidak ada kesempatan untuk dapat kembali ke dunia setelah itu. Sebagaimana ia menyiapakan bekal harta dalam safar, demikianlah seharusnya ia menyiapkan bekal amal shalih untuk Akhiratnya. Sebagaimana ia memeriksa kondisi kendaraanya, demikian pula ia harus memeriksa kondisi dirinya dari maksiat dan dosa-dosa serta kelalaiannya dalam menjalankan kewajiban-kewajiban. Hendaklah ia beramal shalih untuk menghadapi hidup yang kekal itu.

Hendaknya ia ingat bahwa:

Kematian itu datang tiba-tiba..

Alam kubur adalah berangkas amal..

Maka jagalah diri Anda wahai saudaraku, jauhilah langkah-langkah Syetan, carilah rahmat Allah, karena pintu-Nya selalu terbuka, pemberian-Nya senantiasa mengalir, kebaikan-Nya datang dan pergi.

Itulah beberapa arahan dan nasihat, semoga Allah menjadikannya bermanfaat bagi masyarakat. Semoga Allah menjadikan safar Anda bahagia, Anda kembali dari safar dengan terhormat, dan semoga Allah menjadikan kalimat-kalimat dalam artikel ini ikhlas karena-Nya. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada nabi kita Muhammad, serta kepada para keluarga dan shahabat beliau seluruhnya.

 

 

 

 

 

 

www.islamweb.net