Allah Mendorong Nabi-Nya Agar Selalu Beristighfar

23/08/2023| IslamWeb

Oleh: Syaikh Musthafa Al-'Adawi

Allah—Subhânahu wata`âlâ—mendorong Nabi—Shallallâhu `alaihi wasallam—agar senantiasa beristighfar. Dan ini mengandung motivasi untuk umatnya agar senantiasa memohon ampunan Allah. Karena Nabi Muhammad saja yang merupakan manusia terbaik—bahkan pemuka seluruh anak cucu Adam—diperintahkan oleh Allah untuk beristighfar 9meminta ampun). Dan beliau merupakan suri teladan terbaik bagi umat beliau. Sebagaimana firman Allah—Subhânahu wata`âlâ—(yang artinya): "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat, dan ia banyak menyebut Allah." [QS. Al-Ahzâb: 21]

Allah—Subhânahu wata`âlâ—berfirman (yang artinya):

·         "Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS. An-Nisâ': 106];

·         "Maka bersabarlah engkau, karena sesungguhnya janji Allah itu benar." [QS. Ghâfir: 55];

·         "Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat." [QS. An-Nashr: 3];

·         "Dan bertobatlah kalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung." [QS. An-Nûr: 31];

·         "Dia menyeru kalian untuk memberi ampunan kepada kalian dari dosa-dosa kalian" [QS. Ibrâhîm: 10]

Ayat-ayat yang telah dikemukakan ini mengandung anjuran bagi semua orang agar beristighfar, bertobat, dan kembali kepada Allah. Ini juga merupakan seruan bagi orang-orang yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, agar segara menghadapkan muka kepada Allah, meminta maaf-Nya, dan memohon ampunan-Nya.

[Disadur dari buku "Al-Istighfâr", karya Syekh Musthafa Al-'Adawi]

 

 

www.islamweb.net